Resources

4 Cara Aman Ajukan Pinjaman untuk Modal Bisnis Pakai Sertifikat Rumah

tips mengajukan kredit jaminan sertifikat rumah

Mau ajukan kredit menggunakan jaminan sertifikat rumah? Bila ya, kamu perlu mempelajari tips mengajukan kredit jaminan sertifikat rumah terlebih dahulu.

Dewasa ini, kredit jaminan sertifikat rumah bisa menjadi solusi bagi kamu yang membutuhkan dana atau modal usaha dalam jumlah besar.

Pasalnya, jenis pinjaman ini memang bisa mencairkan dana yang lebih besar dibandingkan kredit jaminan lainnya, seperti BPKB mobil atau motor.

Namun, supaya bisa mendapatkan keuntungan tersebut, tentunya ada beberapa persyaratan yang wajib kamu penuhi, misalnya dari segi profil rumah dan calon debitur. 

Lalu, bagaimana, sih, tips mengajukan kredit jaminan sertifikat rumah supaya kamu memiliki potensi persetujuan yang lebih tinggi?

Yuk, cari tahu selengkapnya dalam rangkuman singkat di bawah ini!

Tips Mengajukan Kredit Jaminan Sertifikat Rumah

tips mengajukan kredit jaminan sertifikat rumah

Berikut ini ialah beberapa tips supaya bisa mendapatkan persetujuan dengan lebih mudah dan aman, di antaranya yaitu:

1. Perhatikan lokasi rumah

Tips mengajukan kredit jaminan sertifikat rumah yang pertama adalah dengan memerhatikan lokasi rumah. 

Biasanya, saat perusahaan pembiayaan atau lembaga keuangan menilai kelayakan kredit jaminan sertifikat rumah, terdapat beberapa persyaratan lokasi rumah yang akan diprioritaskan, seperti:

  • Rumah masih dihuni oleh calon debitur.
  • Berlokasi di cluster, komplek, atau pemukiman.
  • Tidak berada di area gang atau jalan sempit yang hanya bisa dilewati oleh satu mobil.
  • Tidak dekat dengan fasilitas umum atau pemakaman.
  • Status rumah tidak sedang dalam proses jual kepada pihak ketiga.
  • Bersertifikat SHM atas nama sendiri, keluarga, atau pasangan.

Nah, jika rumah kamu sesuai dengan kriteria di atas, kemungkinan besar pengajuan kredit jaminan sertifikat bisa disetujui dengan mudah.

2. Perhatikan dengan cermat persyaratan yang diperlukan

Selain kriteria rumah yang kamu jaminkan, tips mengajukan kredit jaminan sertifikat rumah selanjutnya adalah dengan mencermati persyaratan administratif dan non-administratif lainnya.

Beberapa persyaratan ini yang perlu kamu perhatikan di antaranya yaitu:

  • Usia calon debitur 21 hingga 60 tahun.
  • Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Karyawan dengan status karyawan tetap minimal 2 tahun atau wiraswasta yang telah memiliki usaha berjalan selama minimal 2 tahun.
  • Jenis usaha dan profesi tidak melanggar ketentuan hukum di Indonesia.

Selain hal-hal di atas, kamu juga harus memastikan Debt Service Ratio (DSR) atau rasio utang dengan penghasilan kamu masih dalam batas yang dianjurkan.

Jangan sampai rasio utang kamu lebih besar dibandingkan dengan penghasilan. Hal ini bertujuan untuk menghindari pengajuan kredit kamu ditolak.

3. Pengajuan pinjaman sesuai dengan kebutuhan

Tips mengajukan kredit jaminan sertifikat rumah selanjutnya adalah mengajukan pinjaman yang sesuai dengan kebutuhan.

Tentunya, kredit jaminan sertifikat rumah punya nilai pembiayaan paling tinggi di antara pinjaman dengan jaminan lainnya. Seperti, Bank BNI memiliki batas pinjaman maksimal Rp25 miliar, BCA KPR Financing memiliki batas maksimal Rp10 miliar, dan lainnya.

Dengan besarnya pencairan dana tersebut, kamu diharapkan bisa lebih cermat dan bijak dalam menentukan besarnya dana yang dibutuhkan dalam mengajukan pinjaman.

Pengajuan pinjaman tersebut harus disesuaikan dengan kemampuan kamu dalam membayar cicilan, ya.

Jadi, jangan sampai pengajuan pembiayaan kamu justru memberatkan dan berpotensi kredit macet atau bahkan gagal bayar.

4. Mengajukan melalui lembaga keuangan yang terpercaya

Tips mengajukan kredit jaminan sertifikat rumah terakhir adalah dengan mengajukannya pada lembaga keuangan yang terpercaya dan memiliki izin resmi dari OJK.

Hal ini sangat penting untuk diperhatikan supaya kamu bisa menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti, hilangnya aset jaminan kamu atau dimanfaatkan untuk kasus penggelapan dana.