Resources

Syarat dan Prosedur Ekspor Produk Bisnis ke Luar Negeri

Ingin produk kamu go internasional? Ikuti syarat dan prosedur ekspor barang berikut ini, yuk.
syarat dan prosedur ekspor

Sekarang ini, siapa yang tidak menginginkan bisnisnya go internasional? Hal tersebut tentu akan menimbulkan berbagai dampak positif untuk perkembangan finansial badan usahamu.

Akan tetapi, untuk bisa menjual produk ke luar negeri, kamu perlu mengetahui syarat dan prosedur ekspor terlebih dahulu.

Mengirim barang ke luar negeri tidak semudah yang dibayangkan. Sebagai pebisnis, kamu harus patuh terhadap regulasi yang berlaku di Indonesia dan negara tujuan.

Namun, kamu tidak perlu khawatir. Sebab, prosesnya tidak akan terlalu rumit, kok.

Nah, berikut ini adalah penjelasan mengenai persyaratan serta proses mengekspor produk yang perlu kamu pelajari. Yuk, disimak!

Syarat Melakukan Ekspor

syarat dan prosedur ekspor

Melakukan penjualan produk ke luar negeri tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Kamu perlu mengikuti beberapa syarat dan prosedur ekspor yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Berikut ini adalah tiga persyaratan yang harus dipenuhi pebisnis untuk melakukan ekspor. 

1. Dokumen Purchase Order

Purchase order merupakan dokumen yang menjadi bukti bahwa konsumen dari luar negeri telah memesan produk kamu. 

Dokumen purchase order akan dijadikan sebagai syarat pembuatan invoice, atau surat penagihan kepada pembeli. 

Dokumen ini sifatnya penting untuk dimiliki. Sebab, tanpa purchase order, kamu tidak dapat melanjutkan ke proses ekspor.

Form purchase order sendiri bisa didapatkan melalui website bisnis yang tertera pada produk.   

2. Buat Perencanaan Ekspor

Salah satu syarat dan prosedur ekspor yang kerap dilewati oleh pebisnis adalah membuat perencanaan yang detail.

Hal ini diperlukan agar proses pengiriman barang nantinya bisa sesuai dengan alur yang sudah diregulasikan.

Maka dari itu, ketika sedang merancang rencana ekspor, kamu perlu memastikan bahwa pesanan sudah sesuai dengan keinginan pembeli. 

Kemudian, kamu juga harus menentukan klasifikasi produk ke dalam kategori seperti makanan, barang pecah, dan lainnya. 

Setelah itu, pastikan negara tujuan ekspor sudah benar dan jangan sampai ada kesalahan dalam penulisan nama penerima.

Dalam merencanakan ekspor, kamu juga perlu memastikan jalur pengiriman, pengemasan produk serta fumigasi. Pastikan semuanya sudah aman agar bisa berlanjut ke tahap pengiriman.

Selanjutnya, tentukan jadwal ekspor, mulai dari pengiriman barang sampai perkiraan waktu sampai ke tangan konsumen.

Bagian perencanaan terakhir yang tidak boleh terlupa adalah menyiapkan berkas. Seperti Surat Keterangan Asal, dan Surat Pemberitahuan Ekspor. 

3. Memenuhi Persyaratan Dokumen Ekspor

Sebagai eksportir, kamu perlu memenuhi persyaratan dokumen yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Kemudian, jangan lupa mencantumkan dokumen penunjang seperti packing list.

Dalam packing list tersebut, harus tertera nomor packing list, nomor purchase order, nama lengkap produk, tanggal packing list, data lengkap eksportir dan importir, jumlah produk, serta berat kotor dan berat bersih.

Dokumen ekspor lainnya yang tidak boleh dilewatkan adalah commercial invoice. Dokumen tersebut memuat jumlah produk, harga per satuan, serta harga totalnya.

Prosedur Ekspor

syarat dan prosedur ekspor

Berikut ini langkah-langkah yang harus kamu lakukan dalam prosedur ekspor.

1. Pahami Karakteristik Barang yang Akan Diekspor

Syarat dan prosedur ekspor pertama yang perlu kamu lakukan adalah memahami karakteristik produk yang akan dikirim.

Setiap produk memiliki karakteristik seperti jenis, ukuran, dan bentuk yang berbeda-beda. Sebagai eksportir, kamu perlu memahami masing-masing karakteristik tersebut.

Tujuannya adalah supaya kamu bisa menentukan jalur pengiriman dan proses pengemasan dengan baik.

Sebagai contoh, jika mengirim barang yang sifatnya pecah belah, kamu memerlukan pengemasan yang tebal.

Biasanya, pembeli akan menambah biaya untuk asuransi. Hal ini disarankan agar produk yang dikirim dapat terjamin keamanannya. 

Apabila barang rusak, pembeli juga dapat mengembalikannya ke penjual dan mendapat penggantinya. 

2. Pahami Pasal untuk Produk Tersebut di Luar Negeri

Sebagai eksportir, kamu perlu untuk mencari dan memahami pasal untuk produk yang akan dikirim ke luar negeri. 

Karena tidak semua negara memiliki kebijakan yang sama untuk menerima produk dari luar. Seperti obat-obatan terlarang, senjata tajam/api, dan minuman beralkohol. 

Biasanya produk-produk tersebut telah diatur dalam Undang-Undang di setiap negara, serta harus memiliki kepentingan yang jelas.

Maka dari itu, penting untuk memahami pasal dari setiap negara terkait produk agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. 

3. Memperoleh NPE

Syarat dan prosedur ekspor berikutnya adalah untuk memperoleh NPE.

NPE atau Nota Pelayanan Ekspor adalah dokumen yang dibutuhkan untuk melindungi pemasukan produk yang akan diekspor. 

NPE diterbitkan oleh Pejabat Pemeriksa Dokumen, atau Pejabat Pemeriksa Barang. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik, kamu akan diberikan NPE dan harus diserahkan saat barang akan dikirim. 

4. Pemindahan Barang ke Kapal

Syarat dan prosedur ekspor selanjutnya yaitu memasukkan barang ke kapal. Pastikan produk sudah dikelompokkan berdasarkan klasifikasinya.

Jika kamu mengirim barang melalui jalur laut, pastikan pengemasan sudah aman. Jangan sampai produk mudah terbentur sehingga rusak ketika sampai di tangan pelanggan.

Beri identitas pada produk agar tidak ada produk yang tertinggal, atau salah masuk ke tempat penyimpanan. 

5. Mengurus Asuransi Pengiriman Produk

Sebagai eksportir, kamu tidak dapat memantau kondisi barang dalam perjalanan hingga sampai ke tangan konsumen. 

Untungnya, pihak ekspedisi akan memberikan asuransi berupa biaya ganti rugi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Jadi, apabila barang rusak dalam pengiriman, kamu selaku penjual tidak perlu mengganti rugi kerusakan tersebut secara menyeluruh.

Maka dari itu, sebelum melakukan ekspor, segera urus asuransi pengiriman produk hingga tuntas.

Selain itu, guna mengurangi risiko kerusakan, kemas produk dengan proteksi lebih seperti menggunakan bubble wrap.

6. Pembayaran Ekspor di Bank

Syarat dan prosedur ekspor yang terakhir adalah pembayaran biaya yang bisa dilakukan di bank. Ada beberapa jenis pembayaran yang bisa kamu pilih.

Di antaranya adalah advance payment, letter of credit, document against payment, dan open account

Keempat tipe pembayaran tersebut memiliki keuntungan dan risikonya masing-masing. Maka dari itu, pastikan metode yang kamu pilih tidak merugikan pihak manapun. 

Itulah penjelasan GajiTim mengenai syarat dan prosedur ekspor yang perlu kamu ketahui.

Bagaimana? Sudah siap untuk mengekspor produk kamu ke luar negeri? Bila ya, jangan lupa untuk ikuti tips-tips di atas dengan cermat. Semoga berhasil!