Resources

5 Cara Menarik Konsumen dengan Strategi Harga Psikologis

strategi harga psikologis

Sekarang ini, terdapat banyak cara yang bisa kamu gunakan untuk mengundang konsumen. Salah satunya adalah dengan strategi harga psikologis.

Seperti yang diketahui, ilmu psikologi merupakan bidang yang sangat luas.

Menariknya, lingkup studi tersebut dapat kamu manfaatkan untuk perkembangan usaha. Salah satunya melalui penentuan harga berdasarkan kondisi psikologis konsumen.

Strategi ini mengacu pada penetapan harga berdasarkan teori bahwa harga tertentu bisa memberikan dampak psikologis terhadap pelanggan.

Hal ini bisa kamu jumpai saat seorang pebisnis menjual barang produknya dengan memanfaatkan alam bawah sadar manusia.

Contoh penggunaannya adalah strategi pemasangan harga ganjil. Inisiatif ini ternyata efektif karena alam bawah sadar manusia memproses kalau harga ganjil lebih murah dibandingkan dengan harga genap.

Nah, kira-kira, seperti apa cara lain untuk menarik minat pelanggan dengan strategi harga psikologis? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

5 Cara Menerapkan Strategi Harga Psikologis

strategi harga psikologis

1. Bundling produk

Strategi pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan menerapkan bundling produk.

Sejatinya, bundling merupakan strategi pemasaran yang mengelompokkan dua produk atau lebih ke dalam satu kemasan dengan harga yang sama.

Strategi ini akan sangatlah jitu untuk menarik konsumen. Pasalnya, nanti terbentuk anggapan bahwa dengan harga yang lebih murah, mereka bisa mendapatkan produk yang banyak.

Dengan demikian, produk kamu akan cepat terjual dalam jumlah yang banyak. Konsumen pun bisa mencoba produk lain yang berada di dalam bundling.

Jika produk bundling-mu tidak menarik konsumen untuk beli, maka kamu perlu menyusun ulang dan mengambil produk yang banyak disukai.

2. Memberikan diskon lain kepada produk

Strategi kedua yang bisa kamu lakukan adalah dengan memberikan diskon lain kepada produk.

Dengan mengaplikasikan strategi ini akan membuat konsumenmu berpikir bahwa dia akan mendapatkan banyak keuntungan dari membeli produk tersebut.

Kamu bisa mengaplikasikan diskon buy 1 get 1, selain memberikan kesan murah kepada konsumen, produk kamu juga akan terjual dua sekaligus.

Selain itu, kamu juga bisa menerapkan diskon 50% untuk pembelian produk kedua, yang tentunya akan membuat konsumen bersemangat membeli produk kedua.

3. Memerhatikan harga yang tidak berguna

Strategi harga psikologis lainnya yang bisa kamu terapkan adalah memerhatikan harga yang tidak berguna.

Istilah satu ini mengacu kepada harga yang dapat memicu konsumen untuk berpikir bahwa dari keputusan membeli sesuatu.

Misalnya, saat produk yang dijual memiliki label harga Rp 29.999, konsumen akan langsung berpikir bahwa harga acuan tersebut sebesar Rp 30.000 sehingga mereka mengalami keutungan Rp 1.

Dengan memiliki pemikiran seperti itu tentu akan mengundang konsumen membeli produk karena adanya keuntungan yang diterima.

4. Menambah produk pembanding

Strategi harga psikologis lainnya adalah menambah produk pembanding.

Dengan menambahkan produk pembanding akan dapat membantu konsumen memilih produk dengan lebih cepat.

Adanya berbagai pilihan akan menimbulkan kesan bahwa produk yang mereka beli lebih menguntungkan.

Misalnya, bisnis yang kamu buat menerapkan penjualan cup kecil seharga Rp15.000, cup sedang Rp22.000 dan cup besar Rp25.000.

Melihat hal tersebut, konsumen sudah pasti akan memilih cup besar.

Mengapa demikian? Sebab, perbedaan harga yang minim akan mendorong konsumen untuk membeli produk yang lebih mahal.

Hal ini berlaku karena mereka merasa lebih untung.

5. Menerapkan sistem coret harga

Strategi harga psikologis terakhir adalah dengan menerapkan sistem coret harga.

Sesuai dengan namanya, strategi ini dapat dilakukan dengan mencoret harga lama yang lebih mahal dan menggantinya dengan yang lebih murah.

Efek perbedaan harga ini nantinya dapat memicu pelanggan untuk berbelanja secara psikologis.

Namun, inisiatif ini tak bisa dilakukan secara sembarangan. Kebanyakan bisnis menegaskan hal ini dengan bantuan visual.

Visual tersebut dapat berupa ukuran font, warna dalam iklan, atau posisi papan reklame.

Meskipun terkesan kuno, penempatan papan reklame yang strategis dapat mencuri perhatian konsumen dan mendorong mereka untuk membeli produk tersebut.

Informasi mengenai pencoretan harga ini juga nantinya dapat dengan mudah tersebar.

Itulah rangkuman dari strategi harga psikologis yang bisa kamu terapkan untuk bisnis. Semoga berhasil!