Resources

4 Perbedaan Paid Promote dan Endorse dalam Bisnis Online

perbedaan paid promote dan endorse

Masih bingung apa perbedaan paid promote dan endorse? Tenang, kamu tiba di artikel yang tepat.

Perkembangan bisnis online dan pengguna media sosial membuat hadirnya istilah baru paid promote (PP) dan endorse.

Dalam bisnis online, kedua strategi strategi tersebut kini dikenal efektif untuk meningkatkan traffic dan memperkenalkan produk kepada masyarakat.

Hampir semua brand dan badan usaha berlomba-lomba menggunakannya sebagai salah satu upaya wajib agar produk laku di pasaran.

Meskipun terlihat serupa, masing-masing strategi ini pada dasarnya berbeda.

Namun, hingga sekarang, masih ada banyak pebisnis yang belum bisa membedakan paid promote dan endorse. Bahkan, tak sedikit yang terus menyamakan kedua kegiatan promosi ini.

Nah, supaya tak salah kaprah, berikut adalah daftar perbedaan antara strategi paid promote dan endorse. Yuk, langsung baca ulasannya di bawah ini.

Perbedaan antara Paid Promote dan Endorse

Sebelum kamu memutuskan untuk menjalankan paid promote dan endorse, terdapat beberapa perbedaan paid promote dan endorse yang perlu diketahui. Berikut penjelasannya.

1. Mekanisme Promosi

perbedaan paid promote dan endorse

Perbedaan paid promote dan endorse yang pertama yaitu dari segi mekanisme promosinya.

Baik paid promote maupun endorse sama-sama bertujuan untuk mempromosikan suatu produk atau brand. Akan tetapi, keduanya memiliki perbedaan dalam segi mekanisme.

Kamu juga dapat melihat perbedaan strategi ini di akun influencer atau tokoh masyarakat yang menerima layanan promosi dan endorse berbayar.

Dalam sistem paid promote, influencer akan mengunggah gambar, foto, dan caption yang telah disediakan oleh pemilik bisnis atau brand.

Biasanya pemilik brand akan mengirimkan material dan membayar tarif sesuai dengan angka yang disepakati. Pemilik juga tidak perlu mengirimkan produk untuk ditinjau.

Berbeda halnya dengan endorsement. Dalam sistem ini, pemilik brand atau penjual harus mengirimkan produk untuk digunakan dan di-review oleh endorser.

Jika dalam paid promote kamu menyediakan materi, dalam sistem endorser, kamu harus membuat konten yang bisa menampilkan produk. Sistem pembayarannya pun tak jarang berupa barter produk.

2. Media Periklanan

Perbedaan paid promote dan endorse selanjutnya adalah dari sisi media periklanan.

Meski sama-sama melalui media sosial, paid promote dan endorse memiliki segmennya masing-masing.

Promosi berbayar cenderung menggunakan akun publik dengan jumlah pengikut tinggi. Sebut saja beberapa akun Instagram seperti jokes, katalog diskon, Indozone dan lain sebagainya.

Sedangkan, sistem endorse biasanya menggunakan akun personal influencer. Hal ini dikarena endorsement dalam konten melibatkan review dan informasi yang disampaikan langsung oleh pemilik akun.

Oleh karena itu, saat memilih endorser, kamu harus memilih figur dengan personal branding yang kuat, seperti artis, public figure, content creator, atau KOL (key opinion leader).

3. Membayar Harga Promosi dan Dukungan

Perbedaan lainnya antara paid promote dan endorse terlihat dari segi harga.

Namun, sebelum itu, perlu diketahui bahwa sistem pembayaran paid promote dan endorse juga tak serupa.

Dalam paid promote, harga sudah ditentukan dan akan dibayarkan sesuai kesepakatan.

Selain itu, pengiklan tidak memiliki kewajiban selain menyediakan materi iklan, seperti gambar, video, dan teks pendukung.

Sedangkan, pada endorsement, pengiklan dapat melakukan pembayaran melalui barter produk.

Pengiklan akan mengirimkan produk untuk ditinjau sesuai dengan nilai barang yang disepakati.

Misalnya, tarif endorsement per postingan adalah Rp1.000.000. Maka dari itu, pengiklan harus mengirimkan produknya ke endorser senilai jumlah tersebut.

Pengiklan juga bisa memenuhi pembayaran dengan memberikan kombinasi produk dan uang tunai sesuai nilai yang telah disepakati.

Perlu diingat, karena endorser harus membuat konten sendiri, harga jasanya akan lebih mahal dari pada paid promote.

4. Tingkat Keberhasilan

paid promote dan endorse

Perbedaan antara paid promote dan endorse yang terakhir didasarkan pada tingkat keberhasilannya.

Secara umum, tingkat keberhasilan promosi berbayar maupun endorsement bergantung pada ketepatan kamu dalam memilih influencer.

Meskipun akun tersebut memiliki jumlah pengikut yang tinggi, upaya promosi dan endorsement takkan berhasil jika segmentasi pasar atau pengikut tidak sesuai dengan target pasar kamu.

Namun, ada yang membedakan antara kedua metode tersebut, yaitu dalam tingkat keberhasilannya.

Promosi berbayar hanya mengandalkan materi dari pengiklan, sedangkan endorsement melibatkan pemilik akun dalam mempromosikannya.

Nah, akan lebih efektif jika kamu memiliki produk yang ingin ditawarkan dengan menggunakan layanan endorsement.

Para endorser akan mempromosikan sedemikian rupa sehingga produk kamu terlihat menarik, dan sering disertai dengan contoh penggunaan dan testimonial agar lebih meyakinkan.

Namun, bukan berarti paid promote tidak efektif, ya. Walaupun efeknya tidak sebesar endorsement, kamu bisa menggunakan paid promote jika dana terbatas.

Biasanya, paid promote banyak digunakan untuk menyebarkan informasi tentang promosi, diskon, dan hal lainnya yang bersifat sementara.

Kamu dapat membayar untuk satu akun besar, atau menggabungkan beberapa akun yang tidak terlalu besar untuk mempromosikan produk kamu.

Itulah pembahasan mengenai perbedaan paid promote dan endorse dalam bisnis online, semoga artikel ini bermanfaat.