Resources

Ini Dia! 10 Cara Merekrut Karyawan untuk Usaha Kecil

Merekrut karyawan tidak boleh asal-asalan, lho. Berikut cara merekrut karyawan untuk usaha kecil!
merekrut karyawan untuk usaha kecil

Memilih karyawan untuk usaha kecil juga tidak boleh asal-asalan, lho. Setiap satu karyawan tersebut akan berkontribusi pada biaya perusahaan, apalagi jika produktivitas dari karyawan tersebut tidak seperti yang diharapkan. Tentunya, kamu juga ingin mempunyai karyawan yang berkompeten bukan? Untuk itu, harus berhati-hati dalam merekrut karyawan. Selain itu, jika kamu mendapatkan karyawan yang tepat akan membantu usaha kecil kamu untuk berkembang. Yuk, simak ulasan di artikel berikut ini mengenai cara merekrut karyawan untuk usaha kecil.

#1 Mempersiapkan kriteria calon karyawan yang tepat 

Saat ingin merekrut karyawan, kamu perlu mempersiapkan kriteria yang diinginkan terlebih dahulu. Hal tersebut bertujuan agar bisnis yang kamu jalankan dapat sesuai dengan ekspektasi kamu. Kriteria tersebut ialah berupa skill, attitude, dan kedisiplinan karyawan. Tetapi, hal pertama yang perlu kamu utamakan ialah attitude-nya. Mengapa demikian? Ini karena skill dapat dibentuk, tetapi attitude dan kedisiplinan sudah menjadi karakter masing-masing orang.

#2 Memahami dan mengikuti peraturan ketenagakerjaan yang berlaku

Sebelum kamu melakukan rekrutmen, sebagai pelaku usaha kecil perlu memahami peraturan dan tata cara dalam merekrut karyawan. Kamu harus memahami hak dan kewajiban sebagai pihak yang mempekerjakan karyawan. Hal ini sangat penting agar permasalahan ketenagakerjaan tidak terjadi. Selain itu juga, hal ini bertujuan agar tidak mengganggu keberlangsungan usaha yang kita miliki di masa mendatang.

Baca juga: Tingkatkan Loyalitas Karyawan dengan 5 Benefit Bermanfaat Berikut!

#3 Publikasikan informasi lowongan kerja

Cara merekrut karyawan selanjutnya, dengan memasang lowongan kerja. Saat ini, memasang lowongan kerja sudah semakin canggih. Kamu dapat memanfaatkan situs-situs lowongan kerja yang ada di website. Selain itu juga, kamu dapat menyebarkan info lowongan kerja tersebut melalui media sosial seperti Instagram atau pun Facebook.

#4 Merekrut karyawan untuk usaha kecil dengan melakukan review pada resume

Setelah kamu mempublikasikan informasi lowongan kerja, hal selanjutnya yang perlu kamu lakukan, yaitu mengulas pada resume kandidat yang melamar lowongan kerja tersebut. Kamu dapat memilih pelamar kerja yang menuliskan resume atau CV yang lengkap agar memudahkan kamu untuk melakukan review. Kemudian, kamu dapat memilih yang memang sesuai dengan kriteria bisnis kamu. Setelah itu, kamu dapat menghubungi calon karyawan tersebut untuk melakukan wawancara.

#5 Manfaatkan relasi atau kenalan

Jika setelah kamu mempublikasikan informasi lowongan kerja tetapi belum juga mendapat kandidat yang sesuai, kamu bisa memanfaatkan relasi atau kenalan. Kamu dapat meminta rekomendasi seseorang yang dapat diajak untuk bergabung ke usaha kamu. Hal ini tentu akan memudahkan kamu dalam menilai perilaku dan etos kerja calon karyawan tersebut.

Baca juga: Pelajari Cara Ukur Loyalitas Karyawan Ini untuk Keuntungan Bisnis Anda

#6 Mempersiapkan materi wawancara sesuai dengan kebutuhan

Sebelum melakukan wawancara, lebih baik kamu mempersiapkan materi wawancara sesuai dengan kebutuhan terlebih dahulu. Jangan sampai kamu melakukan wawancara dengan terlalu banyak mprovisasi dan tanpa persiapan. Jika demikian, kamu jadi tidak dapat mengukur seberapa kuat alasan dan kemampuan pelamar untuk bekerja. Selain itu, kamu juga menjadi tidak mengetahui komitmen serta pemahamannya tentang jenis bisnis yang kamu jalankan.

#7 Menguji kemampuan kandidat

Jika kamu memang membutuhkan beberapa jenis keterampilan, kamu dapat menguji dengan tes untuk keterampilan-keterampilan yang penting. Misalnya saja, kamu membutuhkan karyawan untuk menjadi montir bengkel motor. Oleh sebab itu, kamu harus memberikan tes apakah karyawan tersebut benar-benar tahu tentang servis motor untuk masalah tertentu dengan baik dan benar.

Baca juga: Para Wirausahawan Wajib Tahu 7 Tujuan Strategi Bisnis Ini!

#8 Menawarkan jenjang karier yang jelas

Selama melakukan wawancara, hal selanjutnya yang dapat kamu lakukan yaitu dengan menawarkan jenjang karier yang jelas. Birokrasi bisnis skala kecil dan menengah memang berbeda dengan perusahaan besar pada umumnya, yang memiliki birokrasi dan tatanan kaku, sehingga tidak jarang membatasi kemampuan karyawan. Nah, poin ini bisa menjadi peluang agar bisnis kamu lebih dikenal oleh kandidat, lho. Kamu dapat memberikan aspek fleksibilitas dalam pekerjaan. Selain itu, kamu juga dapat menawarkan jenjang karier yang jelas dan luas bagi pelamar kerja dengan memberikan pekerjaan yang menantang agar dapat berkembang menjadi lebih baik. 

#9 Merekrut karyawan usaha kecil dengan memberikan bonus dan insentif

Pada kondisi usaha kecil, penerapan UMR memang dirasakan cukup berat. Apalagi jika kita tidak tahu bagaimana kinerja karyawan tersebut. Oleh sebab itu, seringkali pelaku usaha memberikan gaji hanya berdasarkan kesepakatan, meskipun upahnya di bawah UMR. Namun, di sisi lain, kita sebagai pelaku usaha juga menghindari pergantian karyawan yang terus menerus. Untuk itu, kita harus dapat meningkatkan loyalitas karyawan dengan memberikan bonus dan insentif. Hal itu bertujuan untuk memotivasi produktivitas dan loyalitas karyawan kepada perusahaan.

#10 Menawarkan fasilitas yang memadai

Terkadang, gaji bukan faktor utama yang menarik hati pelamar kerja, lho. Karena, mereka terkadang mempertimbangkan benefit lainnya, yaitu fasilitas kerja. Cara terakhir merekrut karyawan untuk usaha kecil yang bisa kamu lakukan dengan menawarkan fasilitas kerja yang dapat menunjang efisiensi dan produktivitas karyawan. Untuk usaha kecil kamu dapat memberikan fasilitas berupa, koneksi internet, tempat istirahat, makan siang, dan lainnya.

Itulah cara merekrut karyawan untuk usaha kecil yang dapat kamu lakukan untuk merekrut karyawan terbaik!