Resources

3 Metode Manajemen Persediaan Barang yang Wajib Diketahui Pebisnis

Ada 3 jenis metode dalam manajemen persediaan barang, yaitu FIFO, FEFO, dan LIFO. Cari tahu ketiga perbedannya di sini.
manajemen persediaan

Bagi kamu yang ingin bergelut di bidang bisnis dan menciptakan produk baru, salah satu inisiatif yang perlu direncanakan adalah manajemen persediaan atau inventory management.

Istilah ini mengacu pada proses pengendalian, pengelolaan, dan pengawasan inventaris serta stok barang perusahaan.

Kegiatan tersebt sering kali dilakukan dalam dunia manajemen operasional dan manufaktur. Tujuannya adalah untuk mengatur dan mengelola semua persediaan yang dimiliki oleh badan usaha.

Kamu sendiri bakal memerlukannya ketika nanti sudah memulai proses produksi. Sebab, mengatur stok persediaan bukanlah perkara yang mudah.

Jika kamu memiliki jumlah persediaan yang terlalu banyak, biaya untuk penyimpanannya akan semakin tinggi.

Sebaliknya, jumlah persediaan yang tidak memadai bisa menghambat proses produksi.

Nah, melihat hal tersebut, kali ini GajiTim akan membagikan tiga jenis metode manajemen stok dan cara untuk membedakannya.

Ketiga metode ini cocok diterapkan bagi pebisnis yang hendak memproduksi barang ataupun makanan pada customer-nya. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

3 Metode Manajemen Persediaan Barang

manajemen persediaan

Sejatinya, ada 3 metode dalam bidang manajemen persediaan barang. Namun, yang lebih paling dikenal dan sering digunakan adalah metode FIFO, FEFO, dan LIVO.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai masing-masing metode tersebut beserta perbedaannya yang harus kamu ketahui.

1. Metode FIFO

FIFO (First In First Out) merupakan metode manajemen persediaan di mana perusahaan memakai stok barang sesuai dengan waktu masuknya.

Dalam arti, stok yang pertama kali masuk gudang adalah stok yang harus keluar pertama.

Tujuan dari cara kerja ini adalah supaya persediaan yang pertama masuk bisa segera dimanfaatkan agar tidak cepat rusak.

Metode FIFO dapat digunakan untuk menetapkan Harga Pokok Penjualan (HPP). Sebab, ia mengasumsikan bahwa produk adalah stok paling lama yang tercatat dalam inventaris. 

Metode penetapan biaya suatu produk disesuaikan berdasarkan konsep biaya masuk stok barang harus sama dengan hasil penjualan stok pertama. 

Jika bisnis yang kamu kelola bergerak di bidang FnB, metode FIFO cocok digunakan sebagai pengelolaan stok produk agar bahan baku makanan tidak kedaluwarsa.

2. Metode FEFO

FEFO atau First Expired First Out merupakan metode dengan cara mengeluarkan atau memanfaatkan barang yang masa kedaluwarsanya paling dekat. 

Jadi, semakin dekat tanggal kadaluarsanya, akan cepat juga barang tersebut dikeluarkan dari gudang.

Metode ini terbilang efektif untuk mencegah adanya kerusakan dalam jangka waktu dekat dalam penyimpanan.

Metode FEFO banyak digunakan oleh usaha di bidang retail, makanan, farmasi, atau produk lainnya yang memiliki tanggal kedaluwarsa.

3. Metode LIFO

Metode manajemen persediaan yang terakhir adalah LIFO atau Last In First Out. Di mana penerapan metode ini berkebalikan dengan FIFO. 

Dalam metode LIFO, stok yang akan diprioritaskan adalah yang terakhir masuk ke gudang. Cara ini dilakukan untuk memanfaatkan momentum demi meraup keuntungan.

Penentuan harga beli terakhirnya adalah berdasarkan operasi dalam periode inflasi. Hal ini membuat perusahaan mendapatkan laba dan pajak yang kecil.

Meskipun demikian, metode LIFO sudah tidak dapat digunakan lagi berdasarkan PSAK 14. Maka dari itu, sebaiknya kamu hindari.

Nah, dari ketiga metode manajemen persediaan di atas, mana yang kira-kira bakal kamu terapkan untuk mengelola stok perusahaan? Jangan lupa direncanakan, ya!