Resources

7 Tips Sukses Menjalin Kerjasama dalam Bisnis

Ingin sukses dalam kerjasama bisnis? Yuk, simak tips
kerjasama bisnis

Kerjasama bisnis adalah upaya yang bisa dilakukan untuk perkembangan dan kelancaran bisnis. 

Menjalin kerjasama dalam bisnis bukan keputusan yang mudah dilakukan. Banyak perusahaan bisa saja tidak berjalan lancar, bahkan beberapa berakhir dengan buruk dalam menjalani kerjasama bisnis. Berikut beberapa strategi dalam menjalin kerjasama bisnis agar menjadi sukses dan bertahan lama.

Baca juga: Kenali! 7 Gaya Kepemimpinan, Mana yang Cocok Untukmu?

#1 Mulailah dengan membuat visi dan misi bersama

Dalam sebuah bisnis, sangat penting bagi mitra yang menjalankan kerjasama bisnis untuk mendefinisikan visi dan misi sebagai langkah pertama. Jika kamu dalam menjalankan kerjasama bisnis tidak memiliki visi dan misi yang sama, masalah mungkin akan muncul pada masa mendatang. Walaupun motif kamu dalam menjalankan kerjasama bisnis berbeda-beda, tetapi visi dan misi secara keseluruhan harus sama. 

Kamu dapat mencoba untuk meluangkan waktu untuk mendiskusikan visi dan misi perusahaan dengan mitramu. Carilah mitra yang dapat memberikan energi positif dan memotivasi tentang bisnis yang akan dijalankan. Berikan tujuan dan tentukan seperti apa bisnis yang ideal nantinya. Sepakati visi dan misi bersama untuk digunakan sebagai referensi agar menjadi tolak ukur kebutuhan antar mitra. 

#2 Pastikan kebutuhan dan harapan masing-masing terpenuhi

Setiap orang tentu memiliki tujuan sendiri untuk ikut berada dalam kemitraan. Terkadang orang mencari mitra untuk kebutuhan finansial, kebutuhan keterampilan sumber daya, atau bahkan sekedar memperluas koneksi. Hal ini tidak selalu diungkapkan saat kerjasama terjalin, namun tetap ada harapan yang mendasar untuk melengkapi kebutuhan masing-masing. Jika harapan itu tidak terpenuhi, maka hubungan kerjasama bisnis bisa menjadi tidak nyaman dan tidak transparan. Untuk itu cari tahu apa yang mitra kamu harapkan dari kamu dalam melakukan kerjasama bisnis dan bagikan juga harapan apa yang kamu inginkan. 

#3 Identifikasi dan memanfaatkan kekuatan masing-masing

Biasanya kita menjalankan kerjasama bisnis karena berbagai alasan dan harapan. Terkadang kekuatan masing-masing individu sering dianggap tidak diperlukan. Dengan mengidentifikasi dan memanfaatkan kekuatan individu, kemitraanmu bisa menambah motivasi, energi, dan peluang keberhasilan jangka panjang. Jangan sia-siakan peluang kerjasama dengan membebani salah satu pihak saja–kamu bisa memanfaatkan skill atau sumber daya yang dimiliki lebih baik. Kamu dapat mencatat kekuatan pribadi dan ajak mitramu untuk melakukan hal yang serup. Kemudian, kamu bisa diskusikan bersama bagaimana kamu dapat menerapkannya pada bisnis. 

#4 Saling mendukung keterbatasan mitra

Dalam upaya untuk mengelola bisnis dengan sempurna, seringkali keterbatasan kecil menumpuk di area yang tidak memiliki keahlian atau sumber daya. Keadaan ini perlahan-lahan bisa dapat menenggelamkan bisnis. Keterbatasan dapat terjadi di bidang apa pun, seperti strategi, pengembangan produk/layanan, pemasaran dan penjualan, manajemen personalia dan operasi, manajemen keuangan, dan administrasi. Lihatlah area yang menjadi masalah keterbatasan bisnis.  Kemungkinannya adalah hal ini menjadi area yang bisa mendapatkan keuntungan jika mendapat beberapa dukungan tambahan. 

Namun, jika tidak memiliki daya untuk mendukung keterbatasan itu, maka jangan dipaksakan. Hal lain yang bisa mendukung keterbatasan itu ialah dengan merubah perencanaan kerjasama bisnis. 

Baca juga: Harus Coba! 5 Strategi Pemasaran Agar Makin Cuan

#5 Tetapkan tujuan perusahaan dan individu

Saat menjalankan kerjasama bisnis, sangat diperlukan untuk menetapkan tujuan perusahaan dan individu. Membuat tujuan harus berdasarkan untuk kepentingan perusahaan, kemudian masing-masing mitra membuat tujuan untuk diri sendiri. Ketika tidak mencapai tujuan, kamu mungkin akan saling menyalahkan, lalu memburuk. 

Kamu dapat meninjau dan perbarui tujuan perusahaanmu dalam kerjasama bisnis bersama dengan mitramu. Kemudian, ajak setiap mitra untuk menetapkan tujuan individu yang mendukung tujuan perusahaan sesuai bidang keahlian mereka. Letakkan semua ini secara tertulis (kontrak) dan buat masing-masing berkomitmen pada tujuan yang sudah dibuat. 

#6 Tangani ketidaksepakatan, kekecawan, dan frustrasi sejak dini

Seperti dalam semua jenis kemitraan, perselisihan mungkin akan terjadi. Menangani ketidaksepakatan kemitraan secara efektif adalah kunci untuk menjaga hubungan tetap seimbang dan selalu dalam keadaan baik. Jangan biarkan perasaan buruk menumpuk dan memburuk seiring waktu. Terkadang memang sulit untuk membangun kedekatan dengan mitra, terutama untuk hubungan jangka panjang.

Duduk bersama yang dijadwalkan secara teratur merupakan ide bagus. Bertemu seminggu sekali diperlukan dalam beberapa situasi, atau setidaknya, sebulan sekali. Ini bisa jadi salah satu hal baik yang bisa dilakukan untuk selalu mengetahui perkembangan kerjasama bisnis. 

#7 Tentukan peran pekerjaan untuk tiap mitra, termasuk akuntabilitas

Apakah kamu dan mitra kamu memiliki peran pekerjaan tertulis?  Jika tidak, sebaiknya hal itu dilakukan. Karena bila tidak tertulis, maka peran tiap mitra akan berubah-berubah dan justru beroperasi dengan asumsi yang salah. Kurangnya kejelasan seputar peran pekerjaan merupakan sumber utama frustrasi dan kekecewaan dalam banyak kemitraan.

Oleh sebab itu, tentukan dengan jelas tugas-tugas yang akan dilakukan dan mintalah mitra kamu melakukan hal yang sama.  Dari sini, akan terbentuk tanggung jawab kepada diri sendiri, satu sama lain, dan terhadap bisnis.  Jika ada tugas yang tidak terungkap, buatkan kontrak atau sewa spesialis untuk menjadi orang ketiga antara kamu dan mitra. Tujuannya adalah untuk memastikan semua pekerjaan tercakup dan akuntabilitas telah ditetapkan dan diakui. 

Ikuti tips sederhana ini yang akan membantu perkembangan bisnis melalui kemitraan yang sukses, sehingga bisnis lebih kuat dan menguntungkan.