Resources

5 Cara Mempersiapkan Dana Darurat Bisnis, Pengusaha Wajib Tahu!

cara menyiapkan dana darurat

Di era modern ini, kamu sebagai pebisnis harus mempelajari cara menyiapkan dana darurat.

Mengapa demikian? Sebab, saat menjalankan bisnis, tidak semua hal akan selalu berjalan sesuai rencana. Bisa saja hasilnya tidak selaras dengan ekspektasi yang sudah kamu bayangkan.

Selain itu, di tengah jalan kamu juga bisa mengalami kendala atau hambatan yang tak jarang akan memakan biaya banyak.

Nah, pada kondisi mendesak ini, dana darurat bisa mengambil peran sebagai juru penyelamat bisnis.

Kumpulan dana yang sudah kamu sisihkan dapat mendorong badan usaha untuk kembali berjalan lancar dan dapat menjadi cara untuk mencegah bisnis bangkrut.

Lalu, bagaimana, sih, cara menyiapkan dana darurat? Apa saja inisiatif yang bisa kamu lakukan untuk mengumpulkan uang tersebut? Yuk, baca penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Cara Menyiapkan Dana Darurat

Berikut adalah beberapa cara yang harus dilakukan untuk menyiapkan dana darurat, yaitu:

1. Menentukan jumlah dana darurat yang ingin dikumpulkan

Cara menyiapkan dana darurat pertama adalah dengan menentukan jumlah uang yang ingin dikumpulkan.

Jumlahnya bisa kamu tentukan dengan cara memetakan tujuan tabungan terlebih dahulu.

Sebagai contoh, untuk keperluan biaya operasional, kamu biasanya bisa menghabiskan uang hingga Rp30 juta.

Maka, berdasarkan tujuan tersebut, jumlah dana darurat bisnis yang perlu kamu persiapkan adalah sekitar Rp180 juta untuk jangka waktu 6 bulan ke depan.

2. Disiplin menyisihkan uang

Cara menyiapkan dana darurat berikutnya adalah untuk disiplin dalam menyisihkan uang.

Hal ini menjadi kunci keberhasilan banyak orang ketika mengumpulkan dana darurat khususnya untuk keperluan bisnis.

Kamu harus konsisten menyisihkan uang setiap awal bulan, lalu hindari menunggu sisa kas untuk anggaran dana darurat.

Untuk motivasi tambahan, kamu bisa sediakan cita-cita bisnis serta target pendapatan yang ingin diraih dalam jangka waktu panjang.

3. Lakukan efisiensi bisnis

Melakukan efisiensi bisnis merupakan cara menyiapkan dana darurat selanjutnya.

Efisiensi tersebut bisa dilakukan dengan cara mengurangi kegiatan belanja yang tidak terlalu mendesak atau bisa ditunda.

Sebagai contoh, mengurangi biaya perjalanan dinas ke luar kota atau luar negeri, penghematan listrik dan air, dan lainnya.

4. Pisahkan rekening dana darurat dan rekening transaksional

Supaya tidak menggunakan semua uang yang telah dikumpulkan, kamu dapat memisahkan rekening dana darurat dan transaksional.

Hal ini penting untuk dilakukan agar kamu tidak tergiur untuk menarik uang dari tabungan dana darurat tersebut.

Kamu bisa menggunakan bank konvensional atau bank digital untuk memisahkannya.

Akan tetapi, diskusikan dulu dengan rekan bisnis mengenai jenis tabungan yang sekiranya lebih efektif untuk badan usahamu.

5. Gunakan dana darurat sesuai prioritas yang telah dibuat

Dalam penggunaan dana darurat, kamu harus selalu taat dengan tujuan awal pengumpulannya, yakni khusus kondisi mendesak.

Oleh sebab itu, sangat penting bagimu untuk membuat skala prioritas penggunaan dana darurat.

Sebagai contoh, dananya bisa digunakan untuk perbaikan mesin produksi, bisnis terlilit krisis keuangan, tersangkut kasus hukum, atau sebagai modal usaha saat merugi.

Apabila tidak ada kebutuhan mendesak yang sesuai dengan skala prioritas, baiknya manfaatkan dana dari tabungan lain.

Nah, itulah sejumlah cara menyiapkan dana darurat bisnis yang bisa kamu ikuti. Jangan lupa untuk dipraktikkan, ya. Sebab, tabungan ini penting untuk keberlangsungan bisnismu!