Resources

Harus Simak! 4 Cara Menghitung Modal Usaha

cara menghitung modal usaha

Sebelum memulai usaha, sangat penting untuk mengetahui cara menghitung modal usaha, lho.

Cara menghitung modal merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui saat ingin memulai usaha. Dari perhitungan ini, kamu bisa menentukan berapa banyak barang yang harus diproduksi. Selain itu, ini akan membantumu menentukan bagaimana strategi pemasaran yang baik, serta menentukan harga jual produk atau jasa.

Dengan mengetahui cara menghitung modal usaha, kamu bisa mengurangi pengeluaran yang dirasa terlalu besar. Nah, untuk mengetahui caranya terus simak artikel berikut ini, ya!

Cara Menghitung Modal Usaha

cara menghitung modal usaha

Saat memulai bisnis, pengusaha wajib mengetahui bagaimana cara menghitung modal dan harga jual. Berikut ini ialah beberapa pilihan caranya yang bisa kamu gunakan.

#1 Cara menghitung modal usaha menggunakan laba, modal akhir, dan prive

Cara pertama yaitu, dengan menggunakan laba, modal, akhir, dan prive.

  • Laba adalah keuntungan bersih yang didapat melalui bisnis yang dijalani.
  • Modal akhir adalah keseluruhan dana yang kamu peroleh hasil dari modal awal ditambah dengan keuntungan atau kerugian, lalu dikurangi total prive.
  • Prive adalah penarikan sejumlah dana yang digunakan untuk memenuhi keperluan pribadi atau di luar bisnis si pemilik bisnis.

Modal Awal = Modal Akhir – (Laba + Prive)

#2 Cara menghitung modal usaha kecil berdasarkan investasi, modal kerja, dan modal operasional.

Cara kedua yaitu, melalui komponen modal investasi, modal kerja, dan modal operasional.

  • Modal investasi adalah dana yang dibelanjakan untuk keperluan alat usaha. Digunakan sebagai penunjang kegiatan bisnis perusahaan.
  • Modal kerja adalah seluruh biaya yang diperlukan perusahaan guna memenuhi kebutuhan bahan baku serta alat-alat pengembangan usaha.
  • Modal operasional adalah seluruh biaya yang dimanfaatkan untuk mendukung kelancaran kegiatan operasional perusahaan.

Modal Awal = Modal Investasi + Modal Kerja + Modal Operasional

#3 Cara menghitung dengan capital expenses dan operational expenses

Cara menghitung selanjutnya yaitu, dengan menggunakan capital expenses dan operational expenses.

  • Capital expenses adalah modal yang digunakan untuk mendukung keberlangsungan kegiatan bisnis perusahaan. Termasuk di antaranya adalah peralatan-peralatan yang digunakan dalam jangka waktu lama.
  • Operational expenses adalah modal awal yang dimanfaatkan untuk kepentingan operasional suatu perusahaan. Hal-hal yang termasuk operating expenses yaitu, biaya sewa gedung, gaji karyawan, biaya telepon, listrik, dan lainnya.

Modal Awal = Modal Capital Expenses + Modal Operational Expenses

#4 Cara menghitung dengan beban, pajak, modal akhir, pendapatan, dan prive

Cara menghitung modal selanjutnya adalah dengan menggabungkan beberapa komponen keuangan bisnis secara sekaligus.

  • Beban adalah kewajiban yang mempengaruhi nilai ekuitas atau manfaat ekonomi dalam suatu periode akuntansi.
  • Pajak adalah iuran wajib setiap pribadi maupun pelaku usaha yang harus dibayarkan pada negara.
  • Pendapatan adalah penghasilan yang didapat dari bisnis yang dijalankan.

Modal Awal = Modal Akhir – Seluruh Pendapatan + Seluruh Beban + Pajak + Prive

Contoh Perhitungan Modal

Berikut adalah contoh cara menghitung modal dan keuntungan, berdasarkan tiga komponen yakni laba, modal akhir, dan prive.

Perusahaan PT. Suka Maju memiliki modal akhir sejumlah Rp35.000.000. Apabila perusahaan tersebut mendapatkan keuntungan atau laba sebesar Rp5.000.000 dan prive sebesar Rp1.000.000. Maka, total modal awal usaha perusahaan tersebut adalah sebagai berikut.

Modal Awal = Modal Akhir – (Keuntungan/Laba + Prive)

= Rp35.000.000 – (Rp5.000.000 + Rp1.000.000)

= Rp35.000.000 – Rp6.000.000

= Rp29.000.000

Cara menghitung modal usaha sebenarnya tidak sulit, selama kamu sudah mendapatkan komponen-komponen yang diperlukan dalam perhitungan modal. Selamat mencoba!