Resources

Belum Tahu Cara Menghitung Laba Bersih Bisnis? Begini Rumusnya!

Masih bingung bagaimana cara menghitung laba perusahaan? Yuk, simak ulasannya di artikel berikut ini!
cara menghitung laba

Apakah kamu masih bingung bagaimana cara menghitung laba? Salah satu hal yang harus diketahui oleh para pelaku bisnis dalam menjalankan usaha adalah perhitungan laba. Hal ini menjadi penting karena akan berdampak pada sustainable atau keberlanjutan bisnis. Laba itu sendiri dikategorikan menjadi dua: laba bersih dan laba kotor. Sederhananya, jika laba kotor itu belum bisa disebut keuntungan atau profit karena masih dikurangi biaya lain, sementara laba bersih itu ialah keuntungan atau profit yang didapatkan. Oleh sebab itu, bila hasil laba bersih itu tidak minus maka perusahaan dapat dikatakan untung. Ingin tahu bagaimana menghitung laba bersih? Simak ulasan berikut!

Baca juga: Ini Dia! 10 Cara Merekrut Karyawan untuk Usaha Kecil

Apa yang dimaksud dengan laba bersih?

Laba bersih identik dengan laba perusahaan selama satu periode akuntansi. Hal ini mencakup semua biaya dan pengeluaran yang dikeluarkan oleh perusahaan perusahaan, kemudian dikurangkan dari pendapatan. Pendapatan bersih juga disebut sebagai bottom line karena letak posisinya di bagian bawah laporan laba rugi perusahaan.

Laba bersih akan diperoleh dengan mengurangkan pengeluaran dari pendapatan, seperti berikut ini:

  • Biaya operasional.
  • Bunga atas hutang dan pinjaman.
  • Overhead atau penjualan, beban umum dan administrasi.
  • Pajak penghasilan.
  • Penyusutan, yang merupakan alokasi biaya aset tetap, seperti peralatan, selama masa manfaat atau harapan hidupnya.

Sumber pendapatan tambahan juga tergolong bagian dari pendapatan bersih. Misalnya, perusahaan sering menginvestasikan uang mereka dalam investasi jangka pendek, yang dianggap sebagai bentuk pendapatan. Selain itu juga, hasil dari penjualan aset dianggap sebagai pendapatan.

Cara menghitung laba bersih mengacu pada jumlah uang yang tersisa setelah berbagai biaya dikurangi dari total pendapatan. Pengeluaran ini dapat mencakup bunga, biaya operasional, pajak, dan lainnya. Pendapatan bersih yang rendah (terletak di kurva negatif) menunjukkan berbagai masalah seperti penjualan yang lebih sedikit dan manajemen pengeluaran yang buruk. Selain itu, juga menggambarkan pemasaran yang buruk, penetapan harga yang tidak efektif, pengalaman layanan pelanggan yang buruk dari karyawan, dan lainnya. Profit bersih yang tinggi atau positif dapat dikaitkan dengan beberapa variabel yang menguntungkan. Perlu untuk kamu catat bahwa pendapatan bersih akan bervariasi tergantung pada industri dan perusahaan tempat kamu bekerja.

Baca juga: Jago Buat Kue? Yuk, Buat Usaha Korean Cake Aja!

Rumus dan Cara Menghitung Laba Bersih 

Ingin tahu bagaimana cara menghitung laba bersih? Sebenarnya cukup sederhana, hanya saja mengumpulkan semua data ini bisa menjadi rumit. Namun, untuk menghitung laba ini, kamu cukup mengambil total pendapatan untuk jangka waktu tertentu dan mengurangi total pengeluaran dari periode waktu yang sama.

Berikut rumus yang dapat kamu gunakan untuk menghitung pendapatan bersih:

Laba Bersih = Total Pendapatan – Total Pengeluaran

Atau juga dapat menggunakan rumus berikut:

Laba Bersih = Laba Kotor – Beban

Jika kamu ingin menghitung margin pendapatan bersih, bagilah laba bersih dengan total pendapatan dan kalikan dengan 100. Rumusnya adalah sebagai berikut:

Margin Laba Bersih = (Laba Bersih / Total Pendapatan) X 100

Contohnya, kamu dapat simak penjelasan berikut ini:

Perusahaan A dan perusahaan B masing-masing mempunyai margin pendapatan bersih, yaitu 18% dan 20%. Kedua perusahaan memperoleh pendapatan Rp150.000.000. Berapa laba bersih yang diperoleh masing-masing perusahaan?

Begini cara menghitung laba bersihnya:

Langkah 1: Tulis rumus

Margin Laba Bersih = Laba/Pendapatan Bersih

Laba Bersih = Margin Bersih x Pendapatan

Langkah 2: Hitung pendapatan bersih untuk setiap perusahaan

Perusahaan A:

Laba Bersih = Margin Bersih x Pendapatan = 18% x Rp150.000.000 = Rp27.000.000

Perusahaan B:

Laba Bersih = Margin Bersih x Pendapatan = 20% x Rp150.000.000 = Rp30.000.000

Jangan lupa bahwa pendapatan bersih tidak menentukan besaran keuntungan yang diperoleh selama periode waktu tertentu. Ini karena laporan laba rugimu dapat mencakup banyak pengeluaran non-tunai, seperti depresiasi dan amortisasi.

Itulah cara menghitung laba bersih yang perlu kamu ketahui.