Resources

Ini 3 Cara Jitu untuk Membuka Bisnis setelah Masa Pensiun

bisnis setelah pensiun

Membuka badan usaha tidak memandang usia. Bahkan, kamu bisa, lho, memulai bisnis setelah pensiun nanti.

Setiap pekerjaan yang dijalankan pasti memiliki masa pensiun, di mana kamu telah mencapai usia tertentu dan wajib berhenti bekerja.

Umumnya, masa pensiun karyawan swasta adalah ketika mereka menginjak usia 55 tahun. Di saat itulah, kamu diharapkan bisa menikmati masa tua bersama keluarga.

Namun, bagi sebagian orang hal tersebut merupakan momok yang menakutkan. Sebab, income takkan lagi diterima secara rutin.

Hasilnya, kini banyak masyarakat di usia pensiun yang menjalankan badan usaha guna mencari uang tambahan.

Inisiatif ini juga tak dijalankan secara sembarangan. Ide dan rencananya tak jarang sudah dipersiapkan sejak pebisnis ini masih bekerja.

Melihat hal tersebut, artikel di bawah ini akan memaparkan beberapa cara yang bisa kamu ikuti jika ingin menjalankan bisnis setelah pensiun. Yuk, disimak!

Cara Memulai Bisnis Setelah Pensiun

Sejatinya, ada banyak peluang bisnis yang bisa kamu lakukan setelah pensiun.

Sebagai contoh, membuka warung sembako, jadi juragan kontrakan, bisnis kuliner, rental kendaraan, waralaba, bisnis pertanian, dan lainnya.

Namun, sebelum menjalankan ide-die usaha tersebut, berikut adalah cara memulai bisnis setelah pensiun yang perlu kamu ketahui.

1. Tidak perlu terburu-buru menarik dana pensiun

Cara memulai bisnis setelah pensiun yang pertama adalah untuk tidak terburu-buru menarik dana pensiun.

Jika ingin memulai usaha setelah masa purnabakti, biasanya kamu akan disarankan untuk menarik dana pensiun.

Baik itu yang ditempatkan di Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) atau BPJS Ketenagakerjaan.

Hal tersebut memang menguntungkan, karena kamu tidak perlu mengajukan pinjaman untuk kebutuhan modal bisnis.

Namun, perlu diingat bahwa menarik uang pensiun sebelum periode pencairan memiliki risiko. Misalnya, kamu akan kehilangan atau tidak bisa menarik dana secara full.

Oleh sebab itu, sebaiknya kamu gunakan simpanan terlebih dahulu untuk modal usaha.

Jika tidak memiliki dana, kamu juga bisa menggadai atau menjual barang berharga yang sudah tak lagi digunakan.

Akan tetapi, hindari penarikan uang dari dana darurat. Tabungan tersebut bakal kamu butuhkan untuk keadaan yang lebih mendesak.

2. Pilih bisnis yang diminati dan sesuai kemampuan finansial

Cara memulai bisnis setelah pensiun berikutnya adalah dengan memilih bisnis yang diminati dan sesuai kemampuan finansial.

Ketika membangun bisnis di masa pensiun, kamu harus bisa merencanakan strategi penjualan dengan baik.

Namun, sebelum hal tersebut bisa dilakukan, kamu harus menentukan ide bisnis yang sesuai dengan passion.

Sebab, ketika menjalankan hal yang disukai, pekerjaan bakal terasa menyenangkan dan mudah. Selain itu, kamu juga bisa menjadi lebih bersemangat saat harus bekerja di masa rehat.

Tak hanya sesuai minat, kamu juga perlu menjalankan bisnis yang sesuai dengan kemampuan finansial. Misalnya, tidak perlu langsung besar, kamu bisa mulai dulu dari usaha kecil atau rumahan.

Nah, tugasmu dari sekarang adalah untuk memahami passion serta menabung untuk modal usaha di masa pensiun.

3. Investasi jangka panjang

Cara memulai bisnis setelah pensiun yang terakhir adalah menjadikan usaha sebagai bentuk investasi jangka panjang.

Investasi bisnis ini dilakukan untuk mengembangkan aset perusahaan kamu di masa depan.

Jadi, tidak hanya terbatas pada pasar modal atau pasar uang, tapi, kamu juga dapat membeli aset, seperti menambah alat produksi, membeli gedung, dan lainnya.

Untuk pilihan investasi lainnya, kamu bisa tanamkan uang di instrumen saham, reksadana, emas, dan lainnya. Dengan begitu, kamu punya kesempatan untuk menumbuhkan uang lebih banyak.

Itulah sejumlah tips mengenai cara memulai bisnis setelah pensiun.

Intinya, mulai pikirkan rencana dan keuangannya dari sekarang. Dengan itu, badan usaha bakal langsung siap dijalankan saat kamu menginjak usia purnabakti. Semoga berhasil, ya!