Resources

Ingin Melek Kesehatan Finansial Bisnis? Perhatikan 4 Indikator Berikut

Ingin Melek Kesehatan Finansial Bisnis? Perhatikan 4 Indikator Berikut

Memiliki binis dengan kesehatan keuangan yang baik adalah mimpi setiap pengusaha. Namun, indikatornya tidak sesederhana menghitung keuntungan atau kerugian.

Untuk para pebisnis baru, mengelola keuangan usaha mungkin terasa membingungkan. Pengusaha perlu memastikan kesehatan finansial suatu bisnis berada dalam tingkat baik. Untuk itu, ia perlu melakukan analisis rasio keuangan secara skala besar, untuk mengetahui indikator kesehatan keuangan bisnisnya.

Lalu, apa saja kiranya indikator kesehatan keuangan bisnis yang harus diketahui? Berikut empat indikatornya:

#1. Rasio Profitabilitas

Rasio profitabilitas adalah matrik keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan bisnis dalam memperoleh laba penjualan serta dari waktu ke waktu.

Rasio ini dapat menunjukkan seberapa baik perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba dan nilai bagi pemilik atau pemegang saham.

Rasio profitabilitas dapat dihitung dengan menggunakan beragam rumus, yaitu:
Gross Profit Margin atau Margin Laba Kotor,
Net Profit Margin atau Margin Laba Bersih,
Return on Assets atau ROA,
Return on Equity,
Return on Sales atau ROS, dan
Return on Capital Employed atau ROCE.

Nilai atau rasio yang tinggi biasanya dicari oleh sebagian besar perusahaan. Ini biasanya berarti bisnis berkinerja baik dengan memiliki laba, pendapatan dan arus kas yang baik.

#2. Rasio Likuiditas

Rasio Likuiditas atau biasa disebut analisa kesehatan kas, merupakan metrik keuangan untuk mengukur kemampuan debitur dalam melunasi kewajiban atau utang perusahaan tersebut. Rasio ini juga bisa diartikan sebagai perbandingan antara aktiva lancar dengan pasiva lancar.

Kewajiban dan hutang yang dimaksud, termasuk gaji karyawan, utang dagang, biaya oprasional, dan sebagainya.

Rasio likuiditas dapat dikatakan baik jika perusahaan dapat memenuhi kewajibannya dalam membayar tepat waktu. Namun, sebaliknya, tingkat likuiditas kurang sehat dapat dinilai dari ketidakmampuan bisnis dalam memenuhi kewajibannya.

Rumus perhitungannya dapat menggunakan beragam rumus, antara lain:
Current Ratio atau Rasio Lancar,
Quick Ratio atau Rasio Cepat,
Cash Ratio atau Rasio Kas,
Cash Turnover atau Ratio Perputaran Kas, dan
Working Capital to Total Asset Ratio

Ingin Melek Kesehatan Finansial Bisnis? Perhatikan 4 Indikator Berikut

#3. Rasio Solvabilitas

Rasio Solvabilias merupakan metrik untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengembalikan pinjaman atau melunasi hutang jangka panjang. Biasanya jika seorang pemilik bisnis ingin melakukan pinjaman uang, maka pihak peminjam akan menilai angka ini sebagai bahan pertimbangan.

Memiliki utang untuk bidang usaha tidaklah selamanya buruk. Nah, untuk mengetahui apakah kondisi keuangan perusahaanmu masih sehat meski memiiki hutang, kamu bisa menggunakan rasio ini untuk melihatnya.

Kamu bisa menghitung rasio solvbilitas dengan menggunakan beragam rumus, antara lain:
Debt to Equity Ratio atau DER,
Debt to Asset Ratio atau DAR, dan
Time Interest Earned Ratio atau TIER

#4. Rasio Aktivitas

Rasio terakhir adalah rasio aktivitas. Rasio ini digunakan untuk menilai seberapa besar efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan seluruh aset atau sumber daya dalam menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari.

Akan mudah menghitung rasio aktivitas jika kamu sudah lebih dulu menghitung ketiga rasio sebelumnya.

Untuk menganalisa rasio aktivitas, kamu bisa menggunakan rumus berikut:
Account Receivable Turnover atau Rasio Perputaran Piutang,
Days of Receivable atau Rasio Rata-rata Umur Piutang,
Total Asset Turnover,
– Working Capital Turnover, dan
Fixed Asset Turnover.

Nah, bagaimana denganmu? Apakah kamu ingin menganalisa kesehatan keuangan bisnimu? Yuk, coba hitung sekarang!